Random Posts

header ads

Kisah Itu Tak Akan Terulang Kembali

Sore itu aku sendiri di sofa rumah, menikmati segelas susu dan beberapa potongan biskuit. Sudah hampir dua jam aku ditemani sepinya ruangan 3x4 itu. Di kesunyian dan kesendirian ini pikiranku mengembara memunguti mutiara hikmah dari perjalanan hidup yang telah dilewati.Entah mengapa ditengah-tengah pengembaraan fikiranku itu terlintas dia yang pernah singgah di hati. Pikiran ini menembus kenangan masa silam seakan merefleksikan awal aku bertemu dengannya hingga pergi meninggalkan luka yang tak berbekas. Aku akan ceritakan.

 



Kisah ini kuawali dengan tugas sekolah yang mewajibkan setiap siswa untuk membuat tampilan website sederhana menggunakan html dan css. Bisa dibilang aku cukup jago dalam hal ini dan sering membantu teman-temanku menyelesaikan tugasnya. Dan disinilah aku bertemu dan kenal dengan dia.

Sejak perkenalan itu dia pun bersikap berbeda, komunikasi yang semakin intens, hingga aku hafal jam-jam tertentu kapan dia menelfonku. "jangan lupa makan" kalimat itu yg selalu dia ucapkan diawal dan diakhir pembicaraan kami. Seakan dia juga menyimpan kesan yang sama.

Hari-hari kulalui bersama, mengukir rasa yg indah. Dia selalu punya cara untuk membuatku merasa nyaman. Sehari terasa sewindu, jika tidak mendapat kabar darinya. Dan jujur kuakui aku bahagia bersamanya, itu kisah indahnya sebelum datang cobaan yang tak tahu arah dan tanpa permisi.

Cobaan itupun datang, handphonenya rusak sehingga menyulitkanku untuk berkomunikasi dengan dia. Aku hanya berharap dia disana dapat menjaga perasaanya untukku. Namun, harapanku itu sirna setelah aku mendapat kabar kurang menyenangkan dari temanya. Disana dia membawa hp jadul dan digunakan untuk berkomunikasi dengan mantanya yang dulu pernah meninggalkanya.

Ahirnya hubunganku itu tak berlangsung lama. Saat itu tepat lebaran idul fitri sehingga ada alasan aku untuk datang kerumahnya dan mencoba mencari informasi tentang hal ini. Aku disambut kurang menyenangkan oleh dia. Dari sini aku sadar bahwa aku bukan prioritasnya. Dan mulai memutuskan hubungan, mungkin itu jalan terbaik.

Enam bulan aku berteman dengan kesendirian, masih berharap dia kembali. Kuhabiskan waktu dengan kegiatan untuk menghadapi lomba keterampilan siswa. Sesekali mengobati kegalauan bersama teman, juga mencari kesibukan selain itu. Hari demi hari telah terlewatkan, aku menunggunya, aku sangat berharap bisa bersama dia suatu saat nanti.

Bodohnya aku menunggu orang yang berbeda jalan dengaku.
Aku tersenyum sambil sesekali menyeruput susu yang sudah dingin karena hampir dua jam tidak ku jamah. Aku sudah mulai mendapatkan mutiara hikmah dari kisahku ini. Harapanku untuknya pun berubah. Semoga dia bahagia dengan pilihanya. Kau dan aku, kisah ini tak akan terulang kembali.